dokumenter yang sayang dilewatkan

Andrew Bagby adalah putera tunggal pasangan David dan Kathleen Bagby. Masa kecilnya dihabiskan di California Selatan. Selepas SMU, Andrew melanjutkan study ke Canada. Gelar Medical Doctor diraih nya dalam waktu 4 tahun. Sempat praktek bedah umum selama setahun di Syracuse, Dr Andrew Bagby kemudian memutuskan hijrah ke Latrobe, Pennsylvania.

Tanggal 6 November 2001 Andrew ditemukan tewas di area parkir. Investigasi menyimpulkan Andrew ditembak sehari sebelumnya dengan tersangka tunggal Dr Shirley Turner, ex pacar Andrew yang baru saja di putus.

Adalah Kurt Kuenne, teman sepermainan Andrew di California. Sejak kecil Kurt senang dengan kamera dan sering membuat film. Dalam setiap projectnya nya, Andrew selalu menjadi aktor langganan Kurt. Andrew senang mendapat peran penjahat yang kerap mengucapkan kata-kata kotor. Dalam mengomentari akting anaknya, Kate Bagby, si ibu, cuma bisa bercanda “that’s not my son”.

Read more »

golput

Dari sekian kali Pemilu, saya mungkin lebih sering GolPut nya ketimbang nyoblos. Bukan karena ngambek atau punya agenda khusus, biasanya pada saat hari pencoblosan tiba, selalu saja muncul alasan-alasan untuk lebih mengutamakan kegiatan lain, entah itu ngerjain tugas kantor atau jalan-jalan sama anak-isteri.

Kalaupun saya mutusin untuk nyoblos, itu saya anggap bagian dari silaturahmi dengan tetangga. Cuma itu manfaat yang bisa langsung saya rasakan. Anjuran pemerintah: “suara anda menentukan” sama sekali nggak ada efek nya buat saya. Gimana mau ngefek, wong saya nyoblos atau tidak hasil pemilunya tetap sama.

Read more »

mukul duluan itu salah

Anak-anak yang abis dipisahin berantem, pasti rebutan ngadu: lawannya lah yang mukul duluan.
Dibelahan bumi manapun setiap anak dibesarkan dengan rule semacam itu; yang salah yang mukul duluan.

Kisah Robin Hood sebenernya nggak pantes jadi dongeng pengantar tidur anak-anak.
Kenapa begitu?
Karena Robin Hood suka ngerampok orang kaya, padahal si kaya nggak pernah ngapa-ngapain Robin Hood, sementara Robin Hood bukan polisi dan menjadi makmur bukanlah tindakan kriminal.

Mengapa mukul duluan itu salah?
Karena dia create victims dan make thing worst.

Kenapa make thing worst?
Karena si korban selalu punya alasan untuk membalas, termasuk alasan membela diri. Read more »

mahfud md = gemblung

Mahfud MD yang sekarang jadi Hakim Mahkamah Konstitusi, mengatakan bahwa orang yang usul pembubaran KPK adalah orang yang salah sangka terhadap KPK.

Menurut beliau, KPK tidak mungkin sewenang-wenang menggeledah dan menangkap orang, karena orang-orang KPK bukanlah orang bodoh juga bukan orang yang buta hukum. Selain mengerti hukum orang KPK juga kaya pengalaman untuk tidak berbuat ceroboh, begitu kata beliau.

Sebaiknya saya kutipkan saja tulisan Pak Mahfud:

Banyak orang yang sesungguhnya keliru atau salah sangka ketika mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kecerobohan serta melanggar hukum ketika menangkap orang dan menggeledah satu kasus sangkaan korupsi. Harus diingat bahwa orang-orang KPK itu bukanlah orang-orang bodoh yang buta hukum. Selain memahami betul soal hukum, mereka itu sudah kaya pengalaman untuk tidak melakukan kecerobohan. Nyatanya dalam sepanjang perjalanannya, KPK tidak pernah salah menangkap atau gagal untuk menjebloskan koruptor ke penjara.

Pak Mahfud merasa yakin KPK tidak akan menyalahgunakan kewenangannya karena KPK pasti akan diawaki oleh orang-orang yang ngerti hukum, berbakti pada nusa dan bangsa tanpa semangat partisan.

Kalau begitu ceritanya, lupakan KPK, mari kita gunakan logika nya Pak Mahfud untuk merevisi bagaimana kita bernegara. Yuk kita cari orang paling pintar dan paling pengalaman, tunjuk dia jadi Presiden seumur hidup, bubarkan DPR dan lembaga kontrol yang lain, toh kita yakin orang itu pasti tidak akan semena-mena.

Pak Mahfud yang baik, saya akan yakin KPK tidak bakal semena-mena hanya kalau kewenangannya dibatasi, bukan karena siapa yang jadi ketua KPK, gemblung!

Read more »

for dummies

blue energy for dummies

habib rizieq, gus dur, ke laut aja luh sono

Siapapun yang terlibat dalam aksi kekerasan, tentu sadar akan risiko-risiko yang harus ditanggung sendiri. Mulai dari lecet-lecet, patah tulang, bocor kepala sampai nyawa melayang.

Jika kita terpaksa terlibat dalam kancah kekerasan, tentu kita punya alasan yang bagus untuk itu. Supaya mudah, variasi alasan-alasannya saya kelompokan menjadi dua saja:
1. membela diri kita sendiri atau keluarga.
2. membela negara atau kelompok.

Saya tidak akan membahas alasan yang nomor 1, karena dalam wilayah ini, keputusan untuk menempuh risiko cedera atau mati, sepenuhnya didasarkan pada alasan-alasan yang melekat pada diri kita sendiri. Mengambil risiko di wilayah ini adalah sesuatu yang alami, setiap makhluk pasti punya survival instinct.

Yang harus kita kupas adalah wilayah nomor 2. Mengapa begitu?
Karena disitu rawan brain-washing.

Tahun 2003, Amerika Serikat mulai melancarkan agresi militernya ke Irak. Keputusan perang itu dibuat setelah Bush mendapat kepastian dari laporan intelligence bahwa Saddam Husein memiliki senjata biologi.
Laporan itu pun sempat digunakan oleh Colin Powell dalam presentasinya di depan DK PBB menjelaskan mengapa AS harus melakukan pre-emptive strike ke Irak.

Ketika pasukan AS berpamitan dengan keluarganya, mereka sadar betul bahwa risiko dari sebuah perang adalah nyawa mereka sendiri.

Sebelum saya lanjutkan, mari kita renungkan kalimat dibawah ini:
Yang membedakan situasi yang dihadapi oleh pasukan AS dengan situasi pada alasan nomor 1 adalah; keputusan bertaruh nyawanya tidak ditentukan oleh sipemilik nyawa itu sendiri, tapi oleh Presiden AS.

Read more »

nggak enak ama tetangga

Salah satu jurus pemerintah dalam memerangi korupsi adalah dengan menaikkan gaji PNS. Departemen Keuangan adalah lembaga yang paling duluan naikin gaji/tunjangan pegawainya (denger-denger ada yang total take-home pay nya naik ampe 5 kali lipat). Tidak Cuma itu, Ibu Menteri Keuangan juga melakukan reorganisasi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok .

Boleh dibilang, sudah hampir setahun ini, tugas pelayanan Bea Cukai di Tanjung Priok dilakukan oleh tenaga-tenaga yang masih segar dengan renumerasi yang relatif lebih memberikan kenyamanan ketimbang paket lama. Singkat kata, kantor BC di Priok itu mestinya sudah corruption free, tapi lihatlah apa yang terjadi, “buah semangka berdaun sirih”, kemarin kita mendengar keberhasilan KPK menemukan indikasi suap-suapan di Bea Cukai Priok, yang katanya dalam satu hari saja bisa terkumpul 500 juta rupiah (satu hari bok!).

Di satu sisi kita mendengar keberhasilan pemberantasan korupsi, di sisi lain kita juga mendengar kegagalan pemberantasan korupsi. Supaya nggak bingung, headlines di koran-koran mungkin harus ditulis seperti ini: “KPK berhasil membongkar praktek korupsi di instansi yang sudah direhab corruption free”.

Read more »

nggak jelas

Warung Kejujuran? Huh… nonsense

Kalau saya menulis lagi soal KPK, bukan berarti saya benci KPK sampai ke liang kubur, sama sekali tidak. Yang saya kritik adalah cara-cara yang selama ini di pakai pemerintah untuk memerangi korupsi, dan kebetulan KPK adalah salah satunya.

Bulan lalu saya baca berita soal Warung Kejujuran. Di gedung KPK, baru saja dibuka warung yang tidak ada penjaganya, artinya kalau kita mau beli sesuatu di Warung itu, ya tinggal tarok duitnya lalu ambil barangnya.

Seorang wakil ketua KPK bahkan menyatakan warung semacam itu sudah lebih dulu ada di sejumlah sekolah.

Entah kenapa, KPK melabel warung semacam itu sebagai Warung Kejujuran. Dari namanya (Kejujuran) serta konteksnya (pencegahan korupsi) tersirat bahwa si penggagas berpendapat bahwa usaha pencegahan korupsi bisa berhasil jika masyarakatnya selalu jujur walaupun berada dalam situasi dimana tidak ada orang lain yang melihat (warung itu tidak ada shopkeepernya kan?).

Coba tanyakan kepada beliau yang punya ide ngasih nama Warung Kejujuran; apa yang harus kita lakukan jika di jalan sepi kita nemu amplop tanpa identitas berisi uang sepuluh juta rupiah? Kalau beliau konsisten, maka beliau akan kasih saran supaya kita jujur bikin pengumuman atau lapor ke polisi.

Mem-bumi-kah saran itu?

Masuk akal kah melatih masyarakat agar memiliki sifat jujur bak malaikat? Read more »

Ahmad Fauzi: Bubarkan KPK

Akhirnya ada juga anggota DPR yang bersuara bubarkan KPK. Namanya Ahmad Fauzi dari Partai Demokrat.
Responnya ternyata lumayan luar biasa, persis seperti pengalaman saya dalam menanggapi ganyang pornografinya Pak MenKomInfo Muh. Nuh.
Ketika saya menolak ganyang pornografi, temen-temen pada bilang saya ini pro pornografi, begitu juga dengan Ahmad Fauzi, ketika beliau bilang bubarkan KPK, beliau dituding pro korupsi.
Mana mungkin seh hare gene ada orang bengak-bengok jangan berantas korupsi ?

Read more »