Anak-anak yang abis dipisahin berantem, pasti rebutan ngadu: lawannya lah yang mukul duluan.
Dibelahan bumi manapun setiap anak dibesarkan dengan rule semacam itu; yang salah yang mukul duluan.
Kisah Robin Hood sebenernya nggak pantes jadi dongeng pengantar tidur anak-anak.
Kenapa begitu?
Karena Robin Hood suka ngerampok orang kaya, padahal si kaya nggak pernah ngapa-ngapain Robin Hood, sementara Robin Hood bukan polisi dan menjadi makmur bukanlah tindakan kriminal.
Mengapa mukul duluan itu salah?
Karena dia create victims dan make thing worst.
Kenapa make thing worst?
Karena si korban selalu punya alasan untuk membalas, termasuk alasan membela diri.
Apakah mukul duluan sama sekali nggak boleh?
Ah boleh kok, malah dalam kasus-kasus tertentu mukul duluan itu perlu.
Dalam masyarakat, ada saja individu yang nyeleneh ngotot berperilaku anti sosial meskipun sudah ditegur baik-baik.
Oleh karena itulah kita membentuk pemerintahan sekaligus polisinya.
Privilege mukul duluan hanya diberikan kepada pemerintah, kemudian masyarakat melalui perwakilannya di parlemen akan membuat patok-patok agar pemerintah tidak semena-mena memanfaatkan privilege tersebut.
Aturan main itu diperlukan untuk menangani mereka-mereka yang keras kepala ngeyelan kayak pedagang kaki-lima yang ogah diusir baek-baek.
Kisah Robin Hood bisa jadi ikut melandasi moralnya pajak progresif.
Pemerintah boleh ngerampok duit orang kaya untuk transfer payment kepada mereka yang tidak beruntung bisa berpenghasilan layak.
Well, yang dimaksud mukul duluan tentu tidak melulu mukul beneran, tindakan preemptive menciderai, menghilangkan kebebasan, merusak, atau mengambil property orang secara fisik juga termasuk mukul duluan. Kata-kata secara fisik sengaja dibikin bold, karena batasan itulah yang sering dilupain atau sengaja dilupain orang.
Sekali lagi, mukul duluan itu salah, kecuali dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk tujuan-tujuan penertiban (coercive action) dan sesuai dengan patok-patok yang sudah disepakati semua orang.
Kontrak sosial dalam setiap civilization selalu mengadopsi basic rule itu.
Belakangan ini kok banyak ustadz termasuk MUI main spin doctor terhadap basic rule mukul duluan.
Kekerasan FPI benar karena ditantang oleh AKKBB.
Kekerasan FPI benar karena aparat penegak hukumnya loyo.
Kekerasan FPI benar karena polisi juga suka melakukan kekerasan.
Menurut buah pikirnya Munarman, dia itu boleh nimpuk nenek-nenek akhmadiyah pake bata segede gaban, giliran polisi mau nangkep, dia boleh berdalih: gua mau ditangkep asal akhmadiyah dibubarin dulu….
Absurd!
Filed under: Ethics Tagged: | akkbb, fpi, Habib Rizieq, mui, munarman