dokumenter yang sayang dilewatkan

Andrew Bagby adalah putera tunggal pasangan David dan Kathleen Bagby. Masa kecilnya dihabiskan di California Selatan. Selepas SMU, Andrew melanjutkan study ke Canada. Gelar Medical Doctor diraih nya dalam waktu 4 tahun. Sempat praktek bedah umum selama setahun di Syracuse, Dr Andrew Bagby kemudian memutuskan hijrah ke Latrobe, Pennsylvania.

Tanggal 6 November 2001 Andrew ditemukan tewas di area parkir. Investigasi menyimpulkan Andrew ditembak sehari sebelumnya dengan tersangka tunggal Dr Shirley Turner, ex pacar Andrew yang baru saja di putus.

Adalah Kurt Kuenne, teman sepermainan Andrew di California. Sejak kecil Kurt senang dengan kamera dan sering membuat film. Dalam setiap projectnya nya, Andrew selalu menjadi aktor langganan Kurt. Andrew senang mendapat peran penjahat yang kerap mengucapkan kata-kata kotor. Dalam mengomentari akting anaknya, Kate Bagby, si ibu, cuma bisa bercanda “that’s not my son”.

Andrew adalah satu-satunya keturunan Kate dan Dave, a rare breed, kehamilan Kate sendiri diperoleh dengan payah melalui treatment penyuburan. Tak ayal, kematian Andrew merupakan pukulan berat bagi pasangan itu. Dalam pidato mengenang Andrew, Kurt menyebut sejumlah nama teman masa kecil Andrew;

“we all grew up under your roof”,

begitu dia tujukan kepada Kate dan Dave.

“In one way or another you raised all of us”.

“We are your children, and we love you”.

Sebuah jam meja ber-gravir “you still have children” dipersembahkan Kurt kepada kedua orang tua Andrew.

Drama kepedihan keluarga Bagby itulah yang kemudian menggerakkan Kurt untuk mengumpulkan koleksi film-film lamanya dalam sebuah paket dokumenter. Film yang awalnya hanya akan berarti bagi keluarga Bagby berkembang menjadi dokumenter yang mencekam bagi semua orang. Bagaimana tidak, ditengah proses penggarapannya muncul drama-drama lain yang jauh lebih dahsyat dari sekedar “you still have children”.

Shirley dan Andrew berkenalan dan mulai menjalin hubungan asmara ketika sama-sama belajar di sekolah kedokteran. Walaupun setelah lulus mereka kemudian tinggal berjauhan, hubungan asmara masih terus berlanjut. Menurut teman-teman Andrew, kepribadian Shirley yang dua belas tahun lebih tua dari Andrew memang agak-agak aneh, dalam satu hari Shirley bisa menelepon Andrew tiga puluhan kali. Sejumlah rekaman video menunjukkan prilaku kasmaran Shirley yang berlebihan dan kerap membuat melongo orang di sekitarnya.

Shirley selalu menyangkal semua tuduhan. Tidak ada saksi mata memang, tapi pengakuannya selalu berubah terlebih jika dikonfrontasi dengan catatan aktivitas telepon serta belanja on-linenya. Shirley juga pernah memiliki senjata yang calibernya sama dengan yang dipakai membunuh. Yang paling telak; Shirley berada di Pennsylvania pada hari pembunuhan, bahkan ada yang melihat mobilnya diparkir berdekatan dengan mobil Andrew. Ketika penyelidikan masih berlangsung, Shirley kabur ke kampungnya di Canada.

Kurt memang punya kisah yang menyentuh tapi dia tidak punya gambar-gambar yang dramatis, dia cuma punya rekaman video candid, interview dan percakapan telepon yang datar-datar saja. Tidak seperti produksi Hollywood yang bisa habis-habisan pakai lighting, stunt serta effect, Kurt cuma bisa bermain di editing dan narasi.

Ketika sedang mengecam pengadilan Canada atas putusan yang mengabulkan penangguhan penahanan Shirley, narasi Kurt tiba-tiba terasa aneh;

“saya tidak percaya penangguhan itu bisa terjadi, tetapi yang lebih saya tidak percaya lagi adalah berita tentang keberadaan KAMU”.

Gambar berikutnya adalah sebuah pesawat telepon diiringi suara playback answering machine memberitakan bahwa dalam sebuah konferensi pers, Shirley mengaku tengah mengandung anak Andrew.

Tiba-tiba cep!  Gambar dan suara berhenti… beku.

Begitulah cara Kurt mendramakan dokumenternya. Dia tidak merasa perlu mengucapkan: “Kate dan Dave ternyata masih punya keturunan!

Tema you still have children mendadak kehilangan makna.

“My movie now took on a whole new meaning”,  lanjut Kurt.

Kurt mulai lebih terbuka mengunakan kata ganti orang kedua you untuk Zachary (nama yang diberikan Shirley untuk buah cintanya dengan Andrew), your father untuk Andrew Bagby, your grand parents untuk Kate dan Dave Bagby. Proyeknya pun diberi judul “Dear Zachary: A Letter to a Son About His Father”. Film yang dibuat dari sisi korban pasti berat sebelah, gejala itupun terjadi pada proyek Kurt, dia tidak rela menggunakan your mother untuk Shirley, mungkin bitch kata yang paling sering dipakai untuk wanita itu.

Berita tentang benih Andrew ini membuat Dave dan Kate memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan boyongan ke Newfoundland demi memperjuangkan masa depan Zachary cucu nya. Tapi proses hukum di Canada berlangsung lambat.

Shirley sempat masuk penjara lagi dan untuk kedua kalinya pengadilanpun mengabulkan penangguhan penahanannya.

Selama Shirley di penjara, Zachary dititipkan pada Kate dan Dave, tapi mereka juga diwajibkan rutin mengantar Zachary ke Shirley di penjara.

Sebaliknya ketika Shirley di luar penjara, Zachary harus kembali kepada ibunya, gantian si ibu yang harus memberi kesempatan kepada kakek dan nenek untuk visit.

Pemandangan berikutnya adalah cuplikan home video momen-momen keceriaan keluarga Bagby.

Di dalam kolam renang, seorang kakek, seorang ibu, seorang anak laki-laki gembira bermain air.

Di lantai, seorang nenek membujuk seorang anak laki-laki untuk mulai belajar berjalan kearah seorang ibu, si ibu lalu memeluk dan gantian memberi semangat agar si anak berjalan ke arah nenek.

Video yang biasa-biasa saja itu menjadi dramatis karena si kakek dan nenek percaya bahwa anaknya dibunuh oleh si ibu, sementara si ibu sadar betul bahwa si kakek-nenek sedang berusaha merenggut hak asuh atas si anak.

Mungkin sekarang memang sudah jamannya reality show, entah kenapa, pemandangan Meryl Streep yang harus memilih satu dari dua anaknya dalam Sophie’s Choice masih kurang dahsyat ketimbang home video nya Bagby.

Betapa lebih menusuknya kemarahan David Bagby:

“This is what that fucking bitch didn’t know!”

dibandingkan dengan ratapan Angelina Jolie:

“I want my son back!”  dalam Changeling.

Film yang diperankan Jolie memang sama kisah nyata nya, sekalipun Jolie rajin berlatih dan dia punya kesempatan untuk take berkali-kali, kutukan orang post mo tetap berlaku; mengulang kembali sebuah kejadian tidak pernah sesempurna cermin.

Drama berikutnya (yang saya tidak tega menulisnya disini) mengubah pasangan Kate dan Dave Bagby menjadi aktivis gerakan yang menuntut pemerintah agar meninjau ulang kebijakan penangguhan penahanan.

Saya cuma mengingatkan, dokumenter karya Kurt Kuenne adalah kisah nyata yang dituturkan dari kacamata korban. Bukannya saya tidak bersimpati dengan petisi keluarga Bagby, hanya saja, alangkah lengkapnya wawasan kita jika mereka-mereka yang berstatus tersangka seperti Shirley juga punya kesempatan membuat dokumenternya.

Bisa saja saya sepakat, bahwa dalam kasus Dr Shirley Turner, hukum tidak bersikap adil pada keluarga Bagby, tapi saya belum tentu setuju jika satu dua kasus serupa dapat memberi lisensi kepada kita untuk menginjak-injak hak tersangka.

Jika film Kurt memprotest pemerintah yang membiarkan ibu gila berkeliaran di jalan, Changeling versi Client Eastwood justru memprotest pemerintah karena mengurung ibu waras dalam rumah sakit jiwa.

«

Leave a Reply